Selasa, 02 Desember 2025

Cara mudah dan sederhana belajar mengingat tajwid.



Tips cara mudah dan sederhana belajar mengingat tajwid, agar mudah di ingat saat kita membaca Al-Qur`an, baik dalam membaca Al-Qur`an Indonesia ataupun membaca Al-Qur`an Arab (Madinah), terutama untuk anak-anak atau pemula yang baru belajar membaca Al-Qur`an, namun diharapkan mampu membaca beberapa macam type Al-Qur`an dengan baik dan benar, juga semakin mencintai Al-Qur`an dengan mengetahui keindahan bacaan Al-Qur`an, berikut rangkumannya di lengkapi dengan foto contoh ayat, contoh kalimat dan contoh bunyinya yang ada pada link.

Adapun beberapa bagian poin penting yang harus di ingat dan hafal pada laman web ini sementara telah dirangkum menjadi 9 bagian untuk bisa dipelajari dengan mudah dan cepat, antara lain adalah:


1. NUN SUKUN/MATI ( نۡ ) ATAU TANWIN ( ــًـ \ ــٍـ \ ــٌـ ) :

Pertama ingat 1 huruf, ingat huruf ba` ( ب ), karena nun sukun atau tanwin bertemu ba` adalah bacaan iqlab dibaca ganti. Biasanya memiliki ciri tanda mim kecil ( ــۢـ ), BACAAN الاقلاب, berikut gambar dan contoh ayatnya :

ذُرِّ يَّـةَۢ بَعۡـضُهَـا مِنۢ بَعۡـضٍ 

[ ٣ ال عمران : ۝٣٤ ]

Ini contoh bunyinya

Kedua ingat 2 huruf, ingat huruf lam ( ل ) dan ro` ( ر ), karena nun sukun atau tanwin bertemu huruf tersebut adalah bacaan idg̥om bilag̥unnah dibaca lebur. Biasanya memiliki ciri tanda baris s͙iddah ( ــّـ ) pada huruf tersebut, BACAAN الادغام, berikut gambar dan contoh ayatnya :

خَيۡرࣰا لَّهُمۡ وَاَق٘وَمَ وَلـٰكِنؐ لَّعَـنَـهُمُ

[ ٤ النساء : ۝٤٦ ]

Ini contoh bunyinya

Ketiga ingat 4 huruf, ingat huruf mim ( م ), nun ( ن ), waw ( و ) dan ya` ( ي ), karena nun sukun atau tanwin bertemu huruf tersebut adalah bacaan idg̥om big̥unnah dibaca lebur. Biasanya memiliki ciri tanda s͙iddah ( ــّـ ) pada huruf tersebut, BACAAN الادغام, berikut gambar dan contoh ayatnya :

حَب٘ـلࣱ مِّنؐ مَّسَدٍ

[ ١١١ اللهب \ المسد : ۝٥ ]

Ini contoh bunyinya

Keempat ingat 6 huruf, ingat huruf alif ( ا ) atau hamzah ( ء ), h͙a` ( ح ), h̥o` ( خ ), 'ain ( ع ), g̥oin ( غ ) dan ha` ( ھ ), karena nun sukun atau tanwin bertemu huruf tersebut adalah bacaan id͛har dibaca jelas, BACAAN الاظهار, berikut gambar dan contoh ayatnya :

مِنۡ اٰيَةٍ اَوۡ [ ٢ البقرة : ۝١٠٦ ]

Ini contoh bunyinya

Kelima ingat semua sisa huruf hija`iyah lainnya jika sebelumnya bertemu nun sukun atau tanwin adalah bacaan ih̥fa` dibaca samar, BACAAN الاخفاء, berikut gambar dan contoh ayatnya :

مُؤۡمِـنََـا كَـمَنْ ڪَانَ 

[ ٣٢ السجدة : ۝١٨ ]

Ini contoh bunyinya


2. MIM SUKUN/MATI ( مۡ ) :

Pertama ingat huruf ba` ( ب ), karena mim sukun bertemu ba` adalah bacaan ih̥fa` s͙afawi dibaca samar, berikut gambar dan contoh ayatnya :

لَـكُمْ بِـهٖ [ ٢٤ النور : ۝١٥ ]

Ini contoh bunyinya

Kedua ingat huruf mim ( م ), karena mim sukun bertemu mim adalah bacaan idg̥om s͙afawi dibaca lebur. Biasanya memiliki ciri tanda s͙iddah pada huruf mim yang hidup ( مّ ), berikut gambar dan contoh ayatnya :

بِـاَفۡوَاهِكُمؐ مَّـا لَـيۡسَ لَڪُمْ

[ ٢٤ النور : ۝١٥ ]


Ketiga ingat semua huruf hija`iyah kecuali ba` ( ب ) dan mim ( م ), karena jika sebelumnya bertemu mim sukun adalah bacaan id͛har s͙afawi dibaca jelas, berikut gambar dan contoh ayatnya :

بِـاَلۡسِنَـتِكُمۡ وَ تَـقُولُونَ

[ ٢٤ النور : ۝١٥ ]



3. ALIF LAM ATAU LAM SUKUN :

Pertama ingat kata/kalimat Allōh, karena lam ( ل ) tersebut adalah bacaan lam Al-Jalalah, dibaca tarqiq (tipis) bila huruf sebelumnya berbaris kasroh ( ــِـ ), atau tafh̥im (tebal) bila huruf sebelumnya berbaris fath͙ah ( ــَـ ) atau d̥ommah ( ــُـ ), berikut gambar dan contoh ayatnya :

اَضَلَّ ٱللّٰـهُ وَ مَنؐ يُّضۡلِلِ ٱللّٰـهُ

[ ٤ النساء : ۝٨٨ ]

Ini contoh bunyinya

Kedua ingat alif lam ( ال ) yang huruf lam nya tidak tertulis baris sukun dan huruf selanjutnya bertanda s͙iddah ( ــّـ ), karena alif lam tersebut adalah bacaan alif lam s͙amsiyah dibaca lebur, berikut gambar dan contoh ayatnya :

بِـرَبِّ ٱلؐنَّـاسِ

[ ١١٤ الناس : ۝١ ]

Ini contoh bunyinya

Ketiga ingat alif lam ( ال ) yang huruf lam nya tertulis baris sukun ( الۡ ) dan huruf selanjutnya tidak bertanda s͙iddah, karena alif lam tersebut adalah bacaan alif lam qomariyah dibaca jelas, berikut gambar dan contoh ayatnya :

بِـرَبِّ ٱلۡفَـلَـقِ 

[ ١١٣ الفلق : ۝١ ]

Ini contoh bunyinya


4. MAD ( المد ) :

Pertama ingat huruf atau tanda baris mad yaitu alif ( ا ), waw ( و ) dan ya` ( ي ). Jika baris fath͙ah ( ــَـ ) bertemu alif, baris d̥ommah ( ــُـ ) bertemu waw, dan baris kasroh ( ــِـ ) bertemu ya`, itu adalah bacaan mad dibaca panjang, berikut gambar dan contoh ayatnya :

ٱلَّذِينَ اٰمَنُوا۫ 

[ ٩٨ البينة : ۝٧ ]

Ini contoh bunyinya

Kedua ingat huruf alif ( ا ) atau hamzah ( ء ) diawal kata/kalimat bila bertemu huruf mad adalah bacaan mad badal dibaca panjang 2 h͙arokat, berikut gambar dan contoh ayatnya :

وَاٰتِ [ ١٧ الاسراء : ۝٢٦ ]

Ini contoh bunyinya

Ketiga ingat semua huruf hija`iyah bila bertemu huruf mad adalah bacaan mad as̥li atau mad t̥obi'i dibaca panjang 2 h͙arokat, kecuali alif ( ا ) atau hamzah ( ء ) yang diawal kata/kalimat, berikut gambar dan contoh ayatnya :

اِذَا [ ٩٩ الزلـزلة : ۝١ ]

Ini contoh bunyinya

Keempat ingat jika huruf berbaris fath͙atain ( ــًـ ) sebab dihentikan adalah bacaan mad 'iwad̥ dibaca panjang 2 h͙arokat. Tapi jika huruf yang berbaris fath͙atain huruf ta` marbut̥oh (ta` berbentuk bulat seperti huruf ha` d̥omir) jika dihentikan bukan dibaca  panjang, tetapi ta` marbut̥oh dibaca ha` sukun ( ـةً ← ـهۡ ). Mad 'iwad̥ biasanya sering dijumpai di akhir ayat/kalimat, berikut gambar dan contoh ayatnya :

تَرتِيلًا [ ٧٣ المزمل : ۝٤ ]

Ini contoh bunyinya

Kelima ingat jika huruf ya` bertanda baris s͙iddah dan berbaris kasroh ( يِّ ) bertemu huruf ya`  berbaris sukun baik dalam bentuk baris sukun ( يۡ ) atau tanda baris mad ( يۧ ) adalah bacaan mad tamkin dibaca panjang 2 h͙arokat, berikut gambar dan contoh ayatnya :

ٱلؐنَّـبِـيّٖـنَ [ ٣ ال عمران : ۝٢١ ]

Ini contoh bunyinya

Keenam ingat huruf hija`iyah yang hidup bertemu ha` d̥omir berbaris d̥ommah atau kasroh dengan tanda baris mad d̥ommah ( ـهُۥ \ ـهٗ ) atau kasroh ( ـهِۦ \ ـهٖ ) adalah bacaan mad s̥ilah dibaca panjang 2 h͙arokat. Namun bila huruf hija`iyah tidak hidup tidak dibaca panjang, berikut gambar dan contoh ayatnya :

لَـهٗ سُوٓءُ عَـمَـلِـهٖ 

[ ٣٥ فاطر : ۝٨ ]

Ini contoh bunyinya

Ketujuh ingat mad s̥ilah atau ha` d̥omir bertemu alif ( ا ) atau hamzah ( ء ) pada kata/kalimat berikutnya adalah bacaan mad s̥ilah t̥owilah dibaca panjang bisa 2, 4, sampai 5 h͙arokat. Biasanya memilik ciri tanda alis seperti sayap diatas huruf mad nya, berikut gambar dan contoh ayatnya :

اٰيٰـتِـهٖٓ اَنۡ [ ٣٠ الروم : ۝٢٠ ]

Ini contoh bunyinya

Kedelapan ingat mad t̥obi'i bertemu alif ( ا ) atau hamzah ( ء ) dalam satu kata/kalimat adalah bacaan mad wajib mutas̥il dibaca panjang 5 h͙arokat. Biasanya memilik ciri tanda alis seperti sayap diatas huruf mad nya, berikut gambar dan contoh ayatnya :

جَـآءَ [ ١١٠ النصر : ۝١ ]

Ini contoh bunyinya

Kesembilan ingat mad t̥obi'i bertemu alif ( ا ) atau hamzah ( ء ) pada kata/kalimat berikutnya adalah bacaan mad ja`iz mungfas̥il dibaca panjang bisa 2, 4, sampai 5 h͙arokat. Sama biasanya memilik ciri tanda alis seperti sayap diatas huruf mad nya, berikut gambar dan contoh ayatnya :

اِلـٰٓی اَهۡلِـهٖٓ اِلَّآ اَنؐ

[ ٤ النساء : ۝٩٢ ]

Ini contoh bunyinya

Kesepuluh ingat jika mad t̥obi'i bertemu huruf hija`iyah yang hidup sebab dihentikan adalah bacaan mad 'arid̥ lisukun dibaca panjang bisa 2, 4 atau 6 h͙arokat. Biasanya sering dijumpai di akhir ayat/kalimat, berikut gambar dan contoh ayatnya :

ٱلۡفِيلِ [ ١٠٥ الفيل : ۝١ ]

Ini contoh bunyinya

Kesebelas ingat jika huruf berbaris fath͙ah ( ــَـ ) bertemu huruf waw sukun ( وۡ ) atau huruf ya` sukun ( يۡ ) bertemu satu huruf hija`iyah yang hidup sebab dihentikan adalah bacaan mad layin (lin) dibaca panjang bisa 2, 4 atau 6 h͙arokat, berikut gambar dan contoh ayatnya :

ٱلۡبَـيۡـتِ [ ١٠٦ قريش : ۝٣ ]

خَوۡفٍ [ ١٠٦ قريش : ۝٤ ]

Ini contoh bunyinya

Kedua belas ingat jika mad t̥obi'i bertemu huruf bertanda s͙iddah adalah bacaan mad lazim mus͛aqol kalimi dibaca panjang 6 h͙arokat. Biasanya memilik ciri tanda alis seperti sayap diatas huruf mad nya, berikut gambar dan contoh ayatnya :

وَٱلؐصّٰـٓـفّٰـتِ 

[ ٣٧ الصافات : ۝١ ]

Ini contoh bunyinya

Ketiga belas ingat jika mad badal ( hamzah panjang ) bertemu huruf berbaris sukun ( ــۡـ ) adalah bacaan mad lazim muh̥ofaf kalimi dibaca panjang 6 h͙arokat. Biasanya memilik ciri tanda alis seperti sayap diatas huruf madnya, berikut gambar dan contoh ayatnya :

ءَآلۡئٰـنَ [ ١٠ يونس : ۝٩١ ]

Ini contoh bunyinya

Keempat belas ingat juga jika huruf yang terdapat pada awal surat adalah bacaan mad lazim h͙urfi, untuk huruf alif yang tidak berbaris ( ا ) dengan disebutkan nama hurufnya saja ( alif ) tidak dibaca panjang.  Mad lazim h͙urfi muh̥ofaf untuk huruf hija`iyah yang tidak berbaris atau yang berbaris tanda baris mad alif kecil ( ــٰـ ) dibaca panjang 2 h͙arokat dengan sebutkan nama hurufnya saja. Dan mad lazim h͙urfi mus͛aqol yang berbaris tanda alis seperti sayap ( ــٓـ ) dibaca panjang 6 h͙arokat dengan sebutkan nama hurufnya saja juga, berikut gambar dan contoh ayatnya : 

الٓـرٰ [ ١١ هود : ۝١ ]

Ini contoh bunyinya

Kelima belas ingat juga jika huruf hamzah panjang ( ءا ) bertemu alif lam ( ال ) atau mad badal bertemu huruf berbaris sukun ( ــۡـ ) atau huruf bertanda s͙iddah ( ــّـ ) adalah bacaan mad farqi dibaca  panjang 6 h͙arokat. Biasanya memilik ciri tanda alis seperti sayap ( ــٓـ ) diatas huruf madnya, berikut gambar dan contoh ayatnya :

ءَآلؐذَّكَـرَيۡـنِ [ ٦ الانعام : ۝١٤٣ ]

Ini contoh bunyinya

Keenam belas selain ingat huruf mad alif ( ا ), waw ( و ) dan ya` ( ي ), ingat juga tanda baris mad alif kecil ( ــٰـ ), waw kecil ( ــ ۥ ), ya` kecil ( ــۧـ \ ــ ۦ ) dan ada juga tanda alis seperti sayap ( ــٓـ ), untuk gampangnya jika huruf hija`iyah bertemu huruf mad atau huruf hija`iyah bertanda baris mad (huruf mad yang kecil) maka dibaca panjang 2 h͙arokat namun jika ada tanda  alis  seperti sayap pada huruf mad atau tanda baris mad ( diatasnya ) maka dibaca bisa  2, 4, 5 sampai 6 h͙arokat, jika pada penulisan klasik tanda alis juga digunakan menandai mad badal (hamzah panjang).


5. IDG̥OM PADA HURUF MUTATALIYAN (SUKUN BERTEMU S͙IDDAH) :

Pertama ingat jika huruf lam bertemu huruf ro` ( لۡ + رّ ), dan huruf qof bertemu huruf kaf ( قۡ + كّ ) adalah bacaan idg̥om mutaqorobaìn dibaca lebur, berikut gambar dan contoh ayatnya :

نَخۡلُـقؐـكُّمؐ 

[ ٧٧ المرسلات : ۝٢٠ ]

Ini contoh bunyinya

Kedua ingat jika huruf dal bertemu ta` ( دۡ + تّ ) atau ta` bertemu dal ( تۡ + دّ ), huruf ta` bertemu t̥o` ( تۡ + طّ ) atau t̥o` bertemu ta` ( طۡ + تّ ), huruf d͙al bertemu d͛o` ( ذۡ + ظّ ), huruf s͛a` betemu huruf d͙al ( ثۡ + ذّ ), dan huruf ba` bertemu mim ( بۡ + مّ ) adalah bacaan idg̥om mutajanisaìn dibaca lebur, berikut gambar dan contoh ayatnya :

كِـدؐتَّ [ ١٧ الاسراء : ۝٧٤ ]

Ini contoh bunyinya

Ketiga jika semua huruf hija`iyah bertemu huruf hija`iyah yang sama adalah bacaan idg̥om mutamas͛ilaìn, kecuali huruf nun bertemu nun ( نۡ + نّ ) adalah bacaan idg̥om big̥unnah dan huruf mim bertemu mim ( مۡ + مّ ) adalah bacaan idg̥om s͙afawi, namun semua tetap dibaca lebur, berikut gambar dan contoh ayatnya :

اَوؐ وَّزَنُوهُمۡ

[ ٨٣ المطففين \ التطفيف : ۝٣ ]

Ini contoh bunyinya


6. G̥UNNAH PADA MIM DAN NUN S͙IDDAH  :

Yang perlu di ingat jika huruf mim dan nun bertanda s͙iddah ( مّ \ نّ ) adalah bacaan g̥unnah, maka dibaca disertai dengung tebal, berikut gambar dan contoh ayatnya :

ثُمَّ اِنَّ [ ١٦ النحل : ۝١١٠ ]

Ini contoh bunyinya


7. QOLQOLAH :

Pertama ingat huruf ba` ( ب ), jim ( ج ), dal ( د ), t̥o` ( ط ) dan qof ( ق ), jika asli berbaris sukun ( ںــۡ ) adalah bacaan qolqolah s̥ug̥ro dibaca memantul tipis/kecil. Kecuali jika huruf tersebut bertemu huruf hija`iyah yang sama adalah bacaan idg̥om mutamas͛ilaìn, maka dibaca lebur, berikut gambar dan contoh ayatnya :

Qolqolah

اَج٘ـلِب٘ [ ١٧ الاسراء : ۝٦٤ ]

Ini contoh bunyinya

Kedua ingat huruf ba` ( ب ), jim ( ج ), dal ( د ), t̥o` ( ط ) dan qof ( ق ) hidup,  namun jika sukun karena sebab dihentikan adalah bacaan qolqolah kubro dibaca memantul tebal/besar, berikut gambar dan contoh ayatnya :

اَحَدٌ [ ١١٢ الاخلاص : ۝١ ]

Ini contoh bunyinya


8. WAS̥OL :

Yang perlu di ingat jika huruf bebaris tanwin ( ــًـ ، ــٍـ ، ــٌـ ) bertemu alif lam atau hamzah was̥ol atau huruf berbaris sukun atau huruf bertanda s͙iddah adalah bacaan was̥ol dibaca menyambung atau disambung (diteruskan) dengan menghidupkan huruf (menambahkan bunyi kasroh setelah tanwin atau menambahkan baris kasroh atau bunyi kasroh pada hamzah was̥ol). ada juga biasanya menambahkan ciri tanda dengan huruf nun kecil ( ــۨـ ) yang dibaca kasroh, berikut gambar dan contoh ayatnya :

عَـد٘نٍ؍ ٱلَّتِي [ ١٩ مريم : ۝٦١ ]


كَرَمَـادٍ؍ ٱشۡـتَدَّتۡ

[ ١٤ ابراهيم : ۝١٨ ]


شَيۡـئًـا؍ ٱتَّـخَذَهَـا

[ ٤٥ الجاثية : ۝٩ ]


قَوۡمًـا؍ ٱللّٰـهُ

[ ٧ الاعراف : ۝١٦٤ ]


عَادٌ؍ ٱلۡمُرسَلِينَ

[ ٢٦ الشعراء : ۝١٢٣ ]



يَوۡمَـئِذٍ؍ ٱلؐسَّـلَمَ

[ ١٦ النحل : ۝٨٧ ]



9. BACAAN RO` :


Ada banyak sebab untuk bacaan ro`, sederhananya untuk mudah di ingat yaitu dibaca tarqiq (tipis) bila huruf ro` berbaris kasroh ( ــِـ ), atau tafh̥im (tebal) bila huruf ro` berbaris fath͙ah ( ــَـ ) atau d̥ommah ( ــُـ ), begitu pula baris-baris tersebut berada pada huruf hija`iyah lalu bertemu huruf ro` sukun, untuk detail nya pelajari lebih lanjut pada link, berikut gambar dan contoh ayatnya :

قُلِ ٱلؐرُّوحُ مِنۡ اَمۡرِ رَبِّي

[ ١٧ الاسراء : ۝٨٥ ]



JIKA MASIH ADA KERAGUAN ATAU KESULITAN SILAHKAN TANYAKAN LANGSUNG PADA GURU NGAJI KALIAN (HORMATI GURUMU).

TRANSLITERASI UNTUK MEMPERMUDAH DALAM MEMBACA (INDEKS HURUF)


TRANSLITERASI PENGUBAHAN TEKS DARI BENTUK AKSARA ARAB KE AKSARA LATIN PADA LAMAN WEB INI HANYA UNTUK MEMPERMUDAH DALAM PEMBACAAN, MEMBANTU MENDEKATI BUNYI ASLI KATA DARI BAHASA SUMBER, DAN HANYA UNTUK MENGALIHKAN BENTUK TULISAN TANPA MENGALIHKAN MAKNA.

Untuk langkah awal pemula cukup sampai disini dulu, meskipun belum semua ilmu tajwid dijelaskan disini, jika tips ini sudah dikuasai membaca Al-Qur`an akan terdengar baik, untuk lebih detail bisa pelajari dari link yang ada, dan juga bisa tanyakan langsung secara lengkap pada guru ngaji kalian, atau bisa juga kalian tanya disini dengan mengisi pada kolom komentar, adapun rekomendasi jika mempelajari lebih dalam ilmu tajwid gunakan Al-Qur`an Arab, masih mudah dipahami secara skema dasar tajwid (penulisan menjaga dan mempertahankan skema dasar tajwid) bisa pintar cepat, selamat belajar semoga bermanfaat dan menjadi lebih baik dalam membaca Al-Qur`an dan paham beberapa macam type Al-Qur`an.


BACA JUGA SKEMA DASAR TAJWIDPOIN POKOK PEMBELAJARAN TAJWID DAN PENTING JUGA MEMBACA PEDOMAN MEMBACA DARI LAMAN WEB INI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JENIS BACAAN IH̥FA` ( الاِخۡفَـاء ).

JENIS BACAAN  IH̥FA` الاخفاء JENIS BACAAN  IH̥FA` MERUPAKAN JENIS BACAAN DENGAN SEDIKIT RAGAM BACAAN DAN SEBAB DALAM ILMU TAJWID, HANYA ADA ...